ZMedia Purwodadi

Setahun Bersama Azzamil School: Perjalanan Si Kecil yang Baru Dimulai

Table of Contents

Setahun Bersama Azzamil School: Perjalanan Si Kecil yang Baru Dimulai



03 Desember 2025 menjadi tanggal yang begitu berarti bagi keluarga kami. Hari ini genap 1 tahun anak ketigaku — si kecil laki-laki yang penuh keceriaan — dititipkan di Azzamil School. Rasanya seperti baru kemarin aku menggendongnya dengan tubuh mungil dan aroma bayi yang masih begitu kuat. Waktu berjalan begitu cepat.


Aku masih ingat jelas hari pertama menitipkannya. Saat itu usianya baru 40 hari. Masa cuti melahirkan yang hanya 40 hari harus berakhir. Aku adalah seorang guru di salah satu Sekolah SMK Swasta di Kotaku, dan tugasku untuk kembali mengajar menunggu di depan mata. Di satu sisi aku sangat bangga bisa kembali ke kelas, bertemu siswa-siswaku, melanjutkan amanah pendidikan. Namun di sisi lain, ada perasaan berat yang tak pernah mudah untuk diceritakan.


Menitipkan bayi sekecil itu pada orang lain bukan keputusan sederhana. Ada rasa ragu, cemas, bahkan takut. Tapi Azzamil School datang sebagai tempat penuh kehangatan dan kasih sayang. Lingkungan yang bersih, pengasuh yang lembut, serta komunikasi yang selalu terbuka membuatku sedikit demi sedikit belajar percaya.


Kini, setahun telah berlalu. Si kecilku sudah tumbuh menjadi bayi yang lincah, banyak senyum, dan selalu ceria setiap kali melihat gerbang sekolah itu. Ia belajar banyak hal: mengenal suara-suara baru, bermain dengan teman sebaya, hingga berinteraksi dengan lingkungan yang menstimulasi perkembangan motorik dan sosialnya.


Setiap kali menjemputnya, ada rasa syukur yang tak terhingga. Syukur karena ia tumbuh dengan baik, syukur karena Allah memberikan kesehatan dan kebahagiaan untuknya, dan tentu saja syukur karena aku tetap bisa menjalankan peranku sebagai ibu sekaligus pendidik.


Menjadi seorang ibu bekerja bukanlah perjalanan yang ringan. Ada banyak air mata yang tak terlihat, rindu yang dipendam di antara jam mengajar, dan doa yang tak pernah putus untuk anak-anak di rumah. Namun di balik semua itu, aku meyakini bahwa setiap langkah yang kita pilih adalah bentuk perjuangan untuk masa depan yang lebih baik.


Terima kasih, Azzamil School, telah menjadi rumah kedua untuk putraku. Terima kasih telah mencintainya saat aku tak berada di sisi. Semoga ia terus tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik. Dan semoga aku pun selalu diberi kekuatan untuk mendampingi setiap proses pertumbuhannya.


Hari ini, aku hanya ingin merayakan satu hal penting:

Perjalanan awal yang penuh cinta ini baru saja dimulai. ✨

I'in Parsiyani
I'in Parsiyani Hi everyone! I’m I'in — a teacher, a mom and a content creator. In here I will be sharing my stories, experiences, and little bits of what I’ve learned with all of you.

Posting Komentar