Jagoan Bayi Azzamil: Cerita Si Kecil yang Suka Momong dan Penuh Kasih
📌 Jagoan Bayi Azzamil: Cerita Si Kecil yang Suka Momong dan Penuh Kasih
Tanggal 2 Desember 2025, para ibu guru Azzamil School bercerita banyak hal saat aku menjemput anak ketigaku. Ada kisah baru yang membuatku semakin jatuh cinta pada perkembangan buah hatiku.
Anak ketigaku kini sedang memasuki fase yang sangat menggemaskan. Usianya baru menginjak sekitar satu tahun, masih dalam tahap belajar berjalan. Langkahnya belum terlalu lancar, masih sering goyah, tapi semangatnya selalu besar. Setiap ia berhasil melangkah 3–5 langkah tanpa terjatuh, tawa kecilnya selalu menjadi hadiah terindah untukku.
Yang membuatnya semakin spesial adalah kebiasaan uniknya di sekolah. Di Azzamil School, ia bukan hanya belajar tumbuh, tapi juga belajar menyayangi. Di sana ada beberapa bayi lain yang lebih kecil darinya — dua di antaranya adalah bayi perempuan: Adek Hawa dan Adek Zea, sekitar 3 bulan usianya. Entah kenapa, dari banyak teman kecil yang ada, ia sangat menyayangi kedua adik perempuan kecil itu.
Setiap kali melihat Hawa atau Zea menangis, naluri kecilnya langsung muncul. Ia akan mengambilkan dot, lalu memberikan pada adiknya untuk menenangkan. Tentu saja dilakukan "dengan pengawasan penuh ibu guru". Tidak hanya itu, ia juga suka memuk-puk pelan dan mengusap kepala para adik bayi itu, seolah-olah sudah mengerti bagaimana cara menenangkan seorang bayi kecil. Sungguh pemandangan yang membuat hatiku selalu hangat saat mendengarnya.
Di usia yang bahkan belum bisa berjalan stabil, ia sudah belajar peduli pada sesama. Ia seolah ingin mengatakan bahwa kasih sayang tak harus menunggu dewasa untuk diberikan.
Karena kebiasaannya itu, ia mendapat julukan yang lucu dan membanggakan dari para pengasuh dan guru-guru di Azzamil School:
✨ “Jagoan Bayi Azzamil” ✨
Bayi momong bayi.
Bayi yang belum bisa berjalan jauh, tapi sudah mampu menunjukkan rasa sayang dan perhatian kepada sesamanya.
Melihatnya tumbuh dengan karakter penuh empati, aku sebagai ibu merasa sangat bersyukur. Mungkin ia belum bisa berbicara lancar atau berjalan jauh, tapi ia sudah menunjukkan keberanian dan kelembutan hati yang tak bisa diajarkan lewat kata-kata.
Semoga ia tumbuh menjadi pribadi yang kuat, namun penuh kasih sayang. Menjadi anak laki-laki yang tidak hanya mampu melangkah mantap dengan kakinya, tapi juga melangkah dengan hati yang besar.
Sebagai seorang ibu, aku sangat bersyukur. Mendengar cerita perkembangan sosial dan emosionalnya seperti ini membuatku merasa bahwa menitipkannya di Azzamil School adalah keputusan terbaik.
Semoga ia terus tumbuh menjadi anak laki-laki yang kuat namun lembut hatinya, menjadi kebanggaan keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Hari-hari kecil di Azzamil School adalah awal cerita panjangnya…
Dan hari ini, aku ingin merayakan setiap langkah kecil dan setiap sentuhan lembutnya sebagai bagian dari pertumbuhannya.
Anak kecilku bukan hanya tumbuh semakin besar, tapi juga semakin berhati besar. 💛

Posting Komentar