ZMedia Purwodadi

Anak Kedua Sering Rewel Menjelang Tidur? Ini Penyebab dan Solusinya

Table of Contents

Anak Kedua Usia 5 Tahun yang Rewel Saat Ngantuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Tidak jarang, anak kedua justru lebih ekspresif dibanding kakaknya. Salah satu yang sering dialami orang tua adalah ketika anak usia 5 tahun (TK A) menjadi rewel, menangis, atau meminta macam-macam saat merasa ngantuk atau hendak tidur. Kondisi ini bisa membuat orang tua bingung, bahkan lelah menghadapi rengekan yang berulang setiap hari.


Mengapa Anak Rewel Saat Ngantuk?

Ada beberapa alasan yang membuat anak bersikap demikian, di antaranya:

  1. Kelelahan Fisik dan Emosional
    Anak yang kelelahan cenderung tidak bisa mengontrol emosinya. Saat ngantuk, mereka menyalurkan rasa tidak nyaman melalui tangisan atau rengekan.

  2. Mencari Perhatian
    Anak kedua sering merasa harus berbagi perhatian dengan kakaknya. Saat menjelang tidur, ia mungkin meminta sesuatu hanya agar orang tua lebih fokus kepadanya.

  3. Belum Bisa Menyampaikan Kebutuhan dengan Tepat
    Anak usia 5 tahun masih belajar mengekspresikan perasaan. Tangisan atau permintaan berlebihan bisa jadi cara untuk mengatakan bahwa ia butuh kenyamanan.

  4. Rutinitas Tidur yang Belum Konsisten
    Anak yang tidak memiliki jam tidur teratur lebih mudah lelah, sehingga lebih sering rewel di malam hari.

Cara Menghadapi Anak yang Rewel Saat Ngantuk

Orang tua bisa mencoba beberapa cara berikut untuk membantu anak lebih tenang sebelum tidur:

1. Ciptakan Rutinitas Tidur yang Konsisten

Buat jadwal tidur yang sama setiap hari, misalnya pukul 20.00. Lakukan aktivitas rutin sebelum tidur, seperti mandi air hangat, mendengarkan dongeng, atau berdoa bersama.

2. Berikan Perhatian Khusus

Sediakan waktu “me time” bersama anak kedua, meski hanya 10–15 menit sebelum tidur. Pelukan, obrolan ringan, atau pijatan lembut bisa membuatnya merasa diperhatikan.

3. Batasi Stimulasi Sebelum Tidur

Kurangi penggunaan gadget, tontonan TV, atau permainan aktif menjelang malam. Ganti dengan aktivitas menenangkan agar anak lebih mudah rileks.

4. Ajarkan Anak Mengekspresikan Perasaan

Latih anak untuk mengatakan “Aku capek” atau “Aku ngantuk” alih-alih merengek. Ini bisa dilakukan dengan memberi contoh bahasa sederhana setiap kali ia mulai rewel.

5. Tanggapi dengan Tenang

Ketika anak menangis minta ini-itu, hindari marah atau langsung menuruti semua permintaannya. Dengarkan dulu, kemudian alihkan dengan cara yang menenangkan.

Kapan Harus Waspada?

Jika anak terlalu sering rewel, sulit tidur, atau tidurnya selalu gelisah hingga memengaruhi kesehatan dan aktivitas di sekolah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak atau psikolog perkembangan.

Penutup

Menghadapi anak kedua yang sering rewel saat ngantuk memang membutuhkan kesabaran ekstra. Orang tua perlu memahami bahwa rengekan atau tangisan adalah cara anak mengekspresikan kebutuhan emosionalnya. Dengan rutinitas tidur yang teratur, perhatian yang cukup, dan pendekatan yang lembut, anak akan belajar tidur lebih tenang dan nyaman.




I'in Parsiyani
I'in Parsiyani Hi everyone! I’m I'in — a teacher, a mom and a content creator. In here I will be sharing my stories, experiences, and little bits of what I’ve learned with all of you.

Posting Komentar